DAMPAK
PANDEMI COVID-19 TERHADAP PERUBAHAN ETIKA KONSUMEN YANG TERJADI PADA MCDONALD DI
DAERAH KALIDERES

Nim : 202041104
Mata Kuliah : Komunikasi
Kelompok (B)
Dosen Pengajar : Novalia
Agung Wardjito Ardhoyo, ST. M. Ikom.
UNIVERSITAS PROF. DR.
MOESTOPO (BERAGAMA)
FAKULTAS ILMU KOMUNIKASI
2022
Unsur
5W + 1H
What
: Apa yang menjadi tujuan dari penelitian ini?
Jawab
: Untuk mengetahui bagaimana perubahan etika konsumen pada saat mendatangi
sebuah restoran McDonald. Apakah konsumen mampu menerapkan etika yang
seharusnya ada di dalam masyarakat, secara langsung terhadap karyawan dan konsumen
lain sesuai protokol kesehatan di masa pandemi Covid 19.
Who
: Siapa yang berperan dalam penelitian ini
(narasumber)?
Jawab
: karyawan dan konsumen Mc Donald. Saya mengambil narasumber karyawan dan konsumen
Mc donald untuk diwawancarai terkait judul penelitian ini.
When
: Kapan penelitian ini berlangsung?
Jawab
: Selama pembelajaran online berlangsung dan ketika pembelajaran offline
selesai.
Where
: Dimana lokasi penelitian Mc Donald tersebut?
Jawab
: Jl. Tanah Lot No.21, RW.12, Kalideres, Kec. Kalideres, Kota Jakarta Barat,
Daerah Khusus Ibukota Jakarta 11840
Why
: Mengapa penelitian dilakukan dengan
melibatkan konsumen Mc Donald?
Jawab
: Saat ini Mc Donald telah menerapkan
protokol kesehatan dan seberapa banyak konsumen yang datang ke restoran
tersebut. Saya memiliki kerabat yang dapat diwawancarai terkait judul penelitian
ini, sekaligus ingin mengetahui bagaimana etika konsumen yang terjadi.
How
: Bagaimana cara memperoleh informasi yang
dibutuhkan ?
Jawab
: Metode yang saya gunakan untuk memperoleh informasi adalah dengan melakukan
wawancara kepada konsumen dari restoran tersebut dan dengan pengumpulan data
dari sumber yang ada
DAMPAK
PANDEMI COVID-19 TERHADAP PERUBAHAN ETIKA KONSUMEN YANG TERJADI PADA MCDONALD DI
DAERAH KALIDERES
Oleh
: Bramono Aji
Novalia
Agung Wardjito Ardhoyo, ST. M. Ikom.
Universitas
Prof. Dr. Moestopo (Beragama),
Jakarta
ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya perubahan etika konsumen di McDonald Kalideres
akibat dampak yang diberikan pandemi Covid-19. Pandemi Covid-19 membuat banyak
sekali dampak, khususnya aktivitas sosial di dalam masyarakat yang terganggu
dan bahkan tidak dapat di lakukan karena untuk mengantisipasi penyebaran
Covid-19 di dalam lingkungan mereka tinggal. Ada juga aktivitas masyarakat yang
mengalami perubahan dan harus dilakukan penyesuaian di akibatkan dari Covid-19
ini. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dampak
Covid-19 terhadap aktivitas sosial masyarakat. Dalam konteks ini, tempat makan seperti
restoran McDonald menjadi salah satu tempat yang diberlakukan peraturan baru
oleh pemerintah agar Covid-19 tidak meluas. Pemberlakuan PPKM dimulai dari
level 3 hingga menurun menjadi level 2 menjadi tanda yang dimana restoran cepat
saji ini bisa dibuka untuk umum, namun tetap harus mengikuti peraturan atau
protokol yang telah diberlakukan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan melakukan wawancara dengan beberapa narasumber seperti karyawan,
dan beberapa konsumen. Mereka memberikan jawaban terkait bagaimana pendapat
para konsumen terkait perubahan etika yang terjadi di McDonald Kalideres, apa
tindakan yang dilakukan karyawan sekitar terkait konsumen yang ingin memasuki restoran
cepat saji, dan lain sebagainya.
Kata
Kunci : Dampak Pandemi, Perubahan Etika, Konsumen
ABSTRACT
This
research is motivated by a change in consumer ethics at McDonald's Kalideres
due to the impact of the Covid-19 pandemic. The Covid-19 pandemic has made a
lot of impacts, especially social activities in the community that are
disrupted and even cannot be done because to anticipate the spread of Covid-19
in the environment they live in. There are also community activities that have
undergone changes and must be adjusted as a result of this Covid-19. The
purpose of this study was to identify the impact of Covid-19 on community
social activities. In this context, places to eat such as McDonald's
restaurants are one of the places where new regulations are imposed by the
government so that Covid-19 does not spread. The implementation of PPKM
starting from level 3 to decreasing to level 2 is a sign that this fast food
restaurant can be opened to the public, but still has to follow the regulations
or protocols that have been imposed by the government. This study uses a
qualitative method by conducting interviews with several sources such as
employees, and some consumers. They provide answers regarding how consumers
think about the ethical changes that have occurred at McDonald's Kalideres,
what actions are taken by local employees regarding consumers who want to enter
fast food restaurants, and so on.
Key
Informant : The Impact of the Pandemic, Changes in Ethics, Consumers
I.
PENDAHULUAN
Pandemi Covid-19 sudah melanda dunia hampir 2 tahun
belakangan ini tidak terkecuali di Indonesia. Indonesia yang merupakan negara
beriklim tropis merasakan dampak dari pandemi Covid-19, banyak sektor yang
terdampak antara lain ekonomi,sosial,politik, dan kesehatan pasti nya. Para
pemimpin negeri ini sudah berjibaku untuk bisa menanggulangi pandemi Covid-19
agar bisa segera di atasi. Ribuan tenaga medis disiapkan untuk penanganan
pasien Covid-19, tetapi karena varian virus yang bermutasi mengakibatkan
pandemi ini terus berkelanjutan. Berdasarkan data yang di kutip dari situs situs
Covid19.go.id, yaitu dari Senin kemarin hingga Selasa (18/1/2022) pukul 12.00
WIB, kasus baru Covid-19 bertambah 1.362. Penambahan tersebut menyebabkan total
kasus Covid-19 di Indonesia saat ini mencapai 4.273.783 terhitung sejak kasus
pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.
Maraknya pandemi Covid-19 telah mengubah aktivitas
kehidupan manusia. Di tengah masa pandemi, kini masyarakat dituntut untuk
menerapkan protokol kesehatan agar terhindar dari penularan virus Covid-19.
Kondisi ini sempat dikenal dengan istilah kenormalan baru atau new normal.
Bukan hanya untuk masyarakat kebanyakan, kondisi new normal ini juga mewajibkan
pelaku bisnis untuk menerapkan protokol kesehatan. Tak terkecuali mereka yang
bergerak di bisnis kuliner, seperti restoran cepat saji. Salah satu kewajiban
umum bagi restoran cepat saji di era kebiasaan baru ini adalah membatasi jumlah
pengunjung maksimal 50% dari kapasitas yang tersedia. Pandemi Covid-19 ini memiliki
efek yang sangat besar pada keberlangsungan industri F&B, terutama bagaimana
para pelaku usaha dapat bertahan hidup pada masa kondisi yang serba tidak
pasti. Semuanya telah berubah dan berbeda dengan yang sebelumnya sehingga harus
dapat membiasakan dengan segala perubahan yang terjadi, terutama dalam
menyikapi perubahan perilaku dan konsumsi konsumen. Dan juga setelah diberlakukannya
new normal yang tentu berbeda lagi dengan keadaaan normal pada sebelumnya
(Prakoso, 2020). Banyak orang mengurangi aktivitas di luar rumah, termasuk
makan di restoran. Sejumlah orang lebih memilih untuk pesan makanan secara
takeaway atau online. Akibatnya restoran pun jadi lebih sepi pengunjung. Hal
ini membuat restoran harus memutar otak. Solusi yang dilakukan oleh beberapa
restoran cepat saji untuk mengatasi dampak dari pandemi ialah dengan berjualan
langsung di pinggir jalan. Mereka menjajakan makanan dengan menggunakan sepeda
motor atau mendirikan gerai kecil sementara. Harga makanan yang ditawarkan pun
relatif lebih murah dengan promo besar-besaran.
Pengertian
Etika
Secara etimologi, kata “etika”
berasal dari bahasa yunani yang terdiri dari dua kata yaitu Ethos dan ethikos.
Ethos berarti sifat, watak kebiasaan, tempat yang biasa. Ethikos berarti
susila, keadaban, kelakuan dan perbuatan yang baik. Istilah moral berasal dari
kata latin yaitu mores, yang merupakan bentuk jamak dari mos, yang berarti adat
istiadat atau kebiasaan watak, kelakuan, tabiat, dan cara hidup. Sedangkan
dalam bahasa Indonesia, etika disebut sebagai tata susila. Menurut (K. Bertens)
dalam buku etikanya menjelaskan lebih jelas lagi. Etika berasal dari bahasa
Yunani kuno. Kata Yunani ethos dalam bentuk tunggal mempunyai banyak arti:
tempat tinggal yang biasa; padang rumput; kandang; kebiasaan, adat; akhlak,
watak; perasaan, sikap, cara berpikir. Dalam bentuk jamak artinya adalah adat
kebiasaan. Dalam arti ini, etika berkaitan dengan kebiasaan hidup yang baik,
tata cara hidup yang baik, baik pada diri seseorang atau kepada masyarakat.
Kebiasaan hidup yang baik ini dianut dan diwariskan dari satu generasi ke
generasi lain. Kebiasaan hidup yang baik ini lalu dibekukan dalam bentuk kaidah,
aturan atau norma yang di sebarluaskan, dikenal, dipahami, dan diajarkan secara
lisan dalam masyarakat. Kaidah, norma atau aturan ini pada dasarnya, menyangkut
baik-buruk perilaku manusia. Atau, etika dipahami sebagai ajaran yang berisikan
perintah dan larangan tentang baik-buruknya perilaku manusia, yaitu perintah
yang harus dipatuhi dan larangan yang harus dihindari.
Etika sering diidentikkan dengan
moral atau moralitas. Namun, meskipun sama-sama terkait dengan baik-buruk
tindakan manusia, etika dan moral memiliki perbedaan pengertian. Moralitas
lebih condong pada pengertian nilai baik dan buruk dari setiap perbuatan
manusia itu sendiri, sedangkan etika berarti ilmu yang mempelajari tentang baik
dan buruk. Jadi bisa dikatakan, etika berfungsi sebagai teori tentang perbuatan
baik dan buruk. Dalam filsafat terkadang etika disamakan dengan filsafat moral. Etika membatasi dirinya dari disiplin ilmu
lain dengan pertanyaan apa itu moral? Ini merupakan bagian terpenting dari
pertanyaanpertanyaan seputar etika. Tetapi di samping itu tugas utamanya ialah menyelidiki
apa yang harus dilakukan manusia. Semua cabang filsafat berbicara tentang yang
ada, sedangkan filsafat etika membahas yang harus dilakukan. Jadi, filsafat etika adalah cabang ilmu
filsafat yang mempelajari tingkah laku manusia yang baik dan buruk. Dasar
filsafat etika yaitu etika individual sendiri. Menurut hukum etika, suatu
perbuatan itu dinilai dari 3 tingkat, yaitu :
a. Tingkat
pertama: semasa belum lahir menjadi perbuatan, yakni berupa rencana dalam hati
atau niat.
b. Tingkat
kedua: perbuatan nyata atau pekerti
c. Tingkat
ketiga: akibat atau hasil dari perbuatannya itu ialah baik atau buruk.
Dari
beberapa pengertian diatas dapat di simpulkan bahwa etika adalah suatu ilmu
yang membahas tentang arti baik dan buruk, benar dan salah kemudian manusia
menggunakan akal dan hati nuraninya untuk mencapai tujuan hidup yang baik dan
benar sesuai dengan tujuan yang dikehendaki. Jadi manusia dapat melakukan apa
saja yang dikehendaki yang dianggap baik dan benar, meskipun hati nuraninya
menolak dan yang terpenting tujuannya dapat tercapai.
Macam
– Macam Etika
Etika
memiliki beberapa fungsi, di antaranya adalah untuk menyelesaikan
masalah-masalah moralitas ataupun suatu sosial lainnya yang membingungkan suatu
masyarakat dengan suatu pemikiran yang sistematis dan kritis. Ada dua macam
etika yang harus kita pahami bersama dalam menentukan baik atau buruknya
perilaku manusia, menurut (Keraf, 2009 : 20-21), adalah sebagai berikut :
a. Etika
Deskriptif
Adalah
etika yang berusaha meneropong secara kritis dan rasional sikap dan perilaku
manusia dan apa yang dikejar oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang
bernilai. Etika deskriptif memberikan fakta sebagai dasar untuk mengambil
keputusan tentang perilaku atau sikap yang mau diambil.
b. Etika
Normatif
Adalah
etika yang berusaha menetapkan berbagai sikap dan pola perilaku ideal yang
seharusnya dimiliki oleh manusia dalam hidup ini sebagai sesuatu yang bernilai.
Etika normatif memberi penilaian sekaligus memberi norma sebagai dasar dan
kerangka tindakan yang akan diputuskan.
Etika
secara umum dapat dibagi menjadi :
a. Etika
umum
Merupakan
etika yang membahas mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak
secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan
prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak
serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan.
b. Etika
Khusus
Merupakan
penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus.
Penerapan ini bisa berwujud, bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak
dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari
oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar.
Etika
Khusus dibagi lagi menjadi dua bagian :
a. Etika
individual
Adalah
menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
b. Etika
sosial
Adalah
berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota
umat manusia.
Manfaat
Etika
Menurut
(Prof. Dr. Franz Magnis Suseno), etika sangat diperlukan dalam kehidupan
manusia karena etika membicarakan tentang perilaku manusia, dan juga tentang
arti baik dan buruk, serta menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh
manusia kepada manusia lainnya. Etika sebagai sesuatu yang melekat pada diri
manusia, tentunya memiliki manfaat di dalam kehidupan bermasyarakat dan
bersosial. Hal itu karena etika akan menjadi jembatan agar terciptanya suatu
kondisi yang diinginkan di dalam kehidupan bermasyarakat. Maka dari itu,
tanamkan dalam diri etika yang baik agar hubungan antarsesama berlangsung baik
pula.
II.
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
DAMPAK
PANDEMI COVID-19 TERHADAP PERUBAHAN ETIKA KONSUMEN DI MCDONALD
Dikutip
dari Kompas.com, restoran cepat saji
McDonald memberlakukan kebijakan untuk mencegah penularan virus Covid-19. Untuk
menjaga keselamatan dan keamanan konsumen serta karyawan, McDonald meningkatkan
tindakan pencegahan untuk memastikan gerainya bersih dan aman. Semua pegawai
yang terlibat dalam melakukan pelayanan terhadap konsumen di McDonald harus
sudah melakukan rapid test, pengecekan suhu tubuh bagi semua karyawan dan
supplier setiap hari sebelum mulai bekerja, memakai double masker dan face
shield, menyediakan hand sanitizer untuk karyawan dan konsumen, meningkatkan
frekuensi pencucian tangan setiap karyawan, meningkatkan frekuensi pembersihan
semua titik kontak dengan konsumen, termasuk self- ordering kiosk (SOK), gagang
pintu, meja, kursi, nampan , area penyediaan saus sambal, area tunggu pesanan,
area cuci tangan, area bermain anak-anak (playland), musholla dan sebagainya.
Semua pekerjaan yang dilakukan harus mengikuti sesuai prosedur yang ada baik
dari seragam hingga proses pemasakannya agar terjaga kesterilan.
Konsumen
juga wajib mematuhi protokol kesehatan pada saat berada di restoran McDonald dan
mengenakan masker pada saat memesan menu yang dipilih dan menjaga jarak pada
saat mengantri dan duduk di tempat. Selain itu, konsumen wajib punya aplikasi
peduli lindungi sebagai syarat masuk sekaligus untuk meminimalisir seberapa
banyak konsumen yang datang ke restoran tersebut.
McDonald
selalu menerapkan protokol kesehatan dan standar kerja yang ketat secara
konsisten selama pandemi Covid-19 setiap harinya. Hanya karyawan yang suhu
tubuhnya normal yang diijinkan bekerja. Karyawan yang suhu tubuhnya diatas 37,3
derajat celcius diminta segera memeriksakan diri ke dokter. Selama bekerja di
dalam restoran suhu tubuh karyawan diukur secara berkala dan diwajibkan untuk
memakai masker, pelindung wajah (face shield), sarung tangan dan mencuci tangan
dengan sabun.
Namun,
berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang saya lakukan dengan dua orang
karyawan McDonald bernama Attahira (19) dan Arief Setyawan (21), banyak dari
kalangan ojol yang datang berkerumun untuk mengambil pesanan yang telah dipesan
oleh konsumen. Tidak hanya dari kalangan ojol saja melainkan beberapa pelajar pun
juga banyak yang mendatangi restoran ini. Pada saat itulah yang menjadi
penyebab terjadinya pelonjakan konsumen sehingga para karyawan harus bekerja
ekstra dan memantau konsumen supaya tidak terjadi kerumunan lagi.
Setelah
itu, saya lanjut mewawancarai 3 orang konsumen yang bernama Mita (20), Fira
(19), dan Febby (20) merupakan seorang mahasiswa yang sedang liburan. Pada saat
saya mewawancarai, mereka mengatakan ada beberapa konsumen yang datang untuk memesan makanan tanpa memakai masker
seenaknya padahal dengan begitu bisa menimbulkan penyebaran virus Covid-19, ada
juga yang masuk tanpa memakai peduli lindungi. Dalam hal ini, perlu pengawasan
yang lebih ketat dari pihak McDonald supaya tidak ada lagi konsumen yang
melanggar protokol kesehatan tersebut.
III.
PENUTUP
Kesimpulan
Penelitian
ini menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 sangat berdampak sekali terhadap
perubahan etika yang dialami oleh para konsumen. Banyak masyarakat yang terkena
virus Covid-19 sehingga pemerintah membatasi segala aktivitas yang bersifat
mengundang keramaian. Pemerintah mengeluarkan aturan new normal untuk
meminimalisir adanya varian Covid-19 yang baru. Maka dari itu, tujuan diberlakukannya
semua ini adalah untuk mencegah kasus melonjaknya angka Covid-19 sekaligus mengurangi
angka kematian yang terjadi. Kemanapun tujuan yang ingin di kunjungi, tetap
harus mengikuti sesuai prosedur yang ada.
Saran
Untuk
kesempurnaan dan tercapainya tujuan dari karya tulis ilmiah ini, penulis
merekomendasikan beberapa saran sebagai berikut :
1. Pengawasan
terhadap konsumen lebih di awasin lagi, supaya tidak ada peraturan protokol
kesehatan yang dilanggar.
2. Memberi
nasihat atau sanksi yang tegas kepada konsumen yang tidak mengikuti aturan
sesuai peraturan dari pemerintah demi menjaga kenyamanan para konsumen dan mencegah
terjadinya penyebaran Covid-19
3. Selalu
menerapkan 5M kapanpun dan dimanapun anda berada
DAFTAR
PUSTAKA
http://eprints.walisongo.ac.id/id/eprint/6956/3/BAB%20II.pdf
http://eprints.polsri.ac.id/3202/3/BAB%20II.pdf
https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/9807/1/PDF%20DIGABUNG%20KESELURUNAN%20ISI.pdf